Posted in Novel

YOU’RE THE INSPIRATION (part 16)

Ulang tahun Sandra Minggu siang itu dihadiri sekitar 40 orang teman-teman dekatnya. Tamu-tamu yang hadir berpakaian kasual, membuat suasana siang itu terasa santai dan akrab.

Fifi, mantan pacarnya, termasuk di antara para undangan.  Wajah gadis itu tampak sumringah melihat kehadiran Anton.  Fifi mengenakan kemeja bunga-bunga berwarna peach tanpa lengan dipadu padan dengan rok jeans di atas lutut.  Anton tidak dapat menampik kalau penampilan Fifi siang itu sungguh luar biasa dan sempat membuat adrenalinnya meningkat.

Tepat pukul 12 siang, Sandra meniup 18 lilin di depannya. Seluruh temannya bersorak sorai dan memberikan ucapan selamat padanya.  Setelah itu acara makan siang tiba.  Berbagai hindangan prasmanan dan barbeque ikut menyemarakkan acara siang itu.

“Anton…,”terdengar suara renyah di telinga Anton.

 “Hai, Fifi…”sahut Anton setenang mungkin.

Fifi tersenyum manis dan menarik tangan Anton untuk duduk berdampingan dengannya.  Mereka pun berbincang-bincang mengenai banyak hal.  Fifi memiliki ‘sense of humor’ yang sangat baik dan ia pun pandai membuat topik pembicaraan menjadi tidak membosankan.

Usai makan siang, acara ‘dance’ pun mulai.  Lagu-lagu disko yang menghentak-hentak berkumandang. Para muda-mudi serempak berdiri dengan pasangannya masing-masing dan bergoyang mengikuti irama lagu.  Anton yang duduk bersebelahan dengan Fifi pun tidak kuasa menolak ajakan gadis itu untuk menemaninya berdisko.

Tidak berapa lama kemudian lagu berganti.  Lagu-lagu dinamis berirama cepat berganti dengan lagu slow yang mendayu-dayu. Fifi pun merapatkan tubuhnya ke dada Anton mengikuti irama lagu romantis yang mengiringi mereka.

Sebagai wanita, Fifi benar-benar menarik dan mempesona.  Namun anehnya, siang itu Anton sama sekali tidak bisa menikmati kebersamaan mereka.  Selama mereka berdansa, pikirannya melayang jauh.  Tanpa bisa dibendung, bayang-bayang gadis lain selalu hadir dalam ingatannya.  Rini ……Rini…..Rini….  Nama itu menggema terus di hatinya.

Di akhir acara, Fifi mengajak Anton untuk pulang bersamanya.  Namun Anton menolaknya dengan alasan ia punya acara lain.  Fifi tampak kecewa, tetapi hanya sebentar.  Ia tersenyum maklum dan berpesan agar Anton sesekali menelponnya.

“Kamu bodoh sekali.  Mana ada kucing menolak ikan?”komentar Ino saat pulang bersama Anton.

Anton hanya tersenyum hambar.  Ia pun bingung dengan dirinya sendiri. Fifi cantik, putih, seksi dan enerjik. Benar-benar merupakan tipikal wanita idaman Anton selama ini.  Berbicara dengan gadis itu pun seperti tidak ada habisnya.

Namun anehnya, ketika Fifi tertawa padanya, sama sekali tidak berkesan sebagaimana saat-saat Anton bisa membuat Rini tertawa.  Ketika mereka bercakap-cakap, Anton lebih menyukai gaya bicara Rini yang pendek-pendek dan apa adanya ketimbang Fifi yang manja dan menggoda. Ketika mereka bergandengan tangan, sama sekali tidak ada kehangatan di dalam dadanya sebagaimana beberapa hari yang lalu ketika  ia menggenggam tangan Rini.

-Anton Ananta, apa yang terjadi denganmu?  Kau jangan terbawa perasaan.  Kau hanya kasihan dengannya, kan?  Kau tidak mungkin jatuh cinta pada gadis seperti itu- Anton benar-benar gelisah dengan suara hatinya sendiri.

piano

Sumber gambar : https://hellohelloanime.files.wordpress.com/2011/12/piano.jpg?w=640

Advertisements

Author:

I'm a lucky wife, very happy mom and grateful civil servant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s